Semangat Bergoro Wali Kota Padang Hendri Septa

Semangat Bergoro Wali Kota Padang Hendri Septa

 

Oleh Wiztian Yoetri

 

“Membangun semangat kebersamaan, menjalin silaturahim, saling peduli, menyadari sampah, dan lingkungan  merupakan tanggung jawab bersama.”

Itulah di antara poin penting yang disampaikan Wali Kota Padang Hendri Septa, baik ketika membuka maupun ketika menutup kegiatan Manunggal Padang Bergoro yang dilakukan di berbagai tempat di Kota Padang.

Seperti diketahui, kegiatan Kota Padang Bergotong Royong merupakan salah satu program unggulan Wali Kota, dengan upaya mengajak warga kota membersihkan lingkungan setiap hari Minggu. Hampir setahun, kegiatan Padang Bergoro telah membawa perubahan bagi Kota Padang.

Sebagaimana dicontohkan Wali Kota Hendri Septa, sewaktu pencanangan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)  di Kecamatan Padang Timur beberapa pekan lalu, bahwa lapangan sepakbola Matador yang biasanya penuh sampah, sekarang sudah bersih.

Padang Bergoro yang melibatkan unsur LPM, Kelompok Siaga Bencana, Karang Taruna, ratusan RT dan RW serta warga setempat, juga menumbuhkan semangat partisipasi. Sebagaimana yang terjadi di Kelurahan Korong Gadang, Kelurahan Kuranji, warga suku Tanjung, dengan keikhlasan menghibahkan 700 meter tanahnya untuk pelebaran jalan baru, menghubungkan tiga kelurahan di Kecamatan Kuranji.

Ini jelas buah dari semangat Padang Bergoro yang luar biasa. “Pihak Pemko menyambut baik partisipasi warga kota,” ujar Wali Kota ketika menerima hibah tanah dari suku Tanjung tersebut.

“Bagaimanapun akses pelebaran jalan baru, perbaikan riol, membuat suasana nyaman bagi warga kota. Kita mendorong hibah-hibah lain dari warga kota demi kebaikan kota,” ungkap walikota.

Selain bertujuan mengupayakan terciptanya kebiasaan hidup bersih dengan lingkungan yang tertib dan indah, memperkokoh  silaturahmi sesama warga, bertemu dan saling sapa, juga berdampak pada semangat kegotongroyongan yang humanis. Diharapkan Padang Bergoro tidak berhenti pada saat pencanangan bulan Bhakti ataupun pada kegiatan rutinitas saja,tetapi menjadi bagian dari budaya warga kota.

Kegiatan Padang Bergoro, selain menumbuhkan partisipatif, membangun silaturahmi sesama warga, juga memberikan efek positif terhadap kepedulian lingkungan. Misalnya, masih saja terlihat pohon-pohon pelindung di sepanjang ‘Banda Bakali’ yang telah condong ke jalan, jangan tunggu dulu roboh atau memakan korban baru ditebang.

Apalagi bicara soal sampah di Kota Padang yang mencapai 550-600 ton per harinya yang diproduksi oleh 919.145 919.145 warga kota. Jadi, apa yang dilakukan oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa, merupakan hal yang patut didukung bersama.

Semangat Padang Bargoro, pada saatnya nanti, mestinya tumbuh dari semangat warga kota. Sementara aparatur pemerintah sebagai pengayom yang memberikan ruang bagi warga kota untuk mengikat modal sosial sebagai sebuah kekuatan.**

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top