Dean Asli Chaidir, Spirit Baru Sumbar

Dean Asli Chaidir, Spirit Baru Sumbar

Oleh: Wiztian Yoetri

HAJI Dean Asli Chaidir merupakan pendatang baru perpolitikan di Sumbar. Putra politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Haji Asli Chaidir, dan adik kandung Walikota Padang Hendri Septa, maju sebagai calon anggota legislatif untuk DPR RI dari partai PAN untuk Dapil Sumbar satu.

Dean, akan menggantikan posisi Haji Asli Chaidir, yang untuk periode 2024-2029 memilih “pensiun” dari legislatif. Dean berada pada posisi caleg nomor dua, dalam deretan caleg DPR RI dari partai PAN untuk daerah pemilihan Sumbar satu.

Meski kiprah Dean, dalam arena politik belum begitu menonjol, namun dari sosialisasi yang dilakukannya cukup mendapat simpati masyarakat. Dean turun keberbagai komunitas, bertemu berbagai organisasi, serta melakukan silaturahmi bersama masyarakat. “Silaturahmi, adalah satu cara indah Allah mempersatukan umatnya,” ujar Dean, pada salah satu komentar pada dinding istagramnya.

Mengikuti beberapa perjalanan Dean, lewat instagramnya, putra Kota Padang ini, mempunyai sejumlah pesan moral yang cukup menarik untuk disimak. Seperti, ketika selesai bersilaturahmi dengan masyarakat, Dean berpesan, selalu ucapkan kata Alhamdulillah, sebagai rasa syukur, karena Allah penentu segala sesuatunya.

Pesan lain yang cukup menyentuh disampaikan Dean, ketika berbicara tentang ketulusan. Bahwa ketulusan seseorang akan terpancar dari matanya, lalu kebaikan akan terlihat dengan tindakannya, dan kebijaksanaannya akan terdengar dari kata-katanya.

Untuk kaum muda, politisi Partai Amanat Nasional ini, berpesan, jika untuk bermimpi saja takut, maka sama saja dengan orang yang tidak tahu arah akan masa depan.

“Maka, disaat muda, perlu keberanian untuk mulai melangkah, menyusuri jalan kehidupan yang kita pilih,” ujar Dean mempertegas semangat untuk kaum muda. Berangkat dari sejumlah catatan Dean Asli Chaidir, yang dituliskan, usai bersilaturahmi keberbagai tempat dengan masyarakat, ada makna, dalam bentuk berbagai pesan komunikasi yang disampaikan. Diantaranya, pentingnya  bersyukur, silaturahmi, serta perlunya dibangun kejujuran untuk meraih kepercayaan dan rasa hormat.

Sebagai pendatang baru,  Dean sepertinya ingin hadir, dalam suasana kebatinan nan damai, sekaligus menjadi spirit baru Sumatera Barat di kancah perpolitikan nasional. Semoga begitu.

Patahkan Oligarki

Banyak kritik yang datang seputar oligarki dalam dunia politik Indonesia, namun ada alasan yang berbeda perlu diajukan. Menurut pengamat komunikasi politik UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Abdullah Khusairi, MA, adalah hak setiap orang atau secara personal untuk maju kontestasi. Selagi mampu, mereka boleh saja maju namun memiliki kapasitas, kapabilitas dan akseptabilitas.

“Hal yang mungkin akan memalukan bagi keluarga sendiri, ketika yang dipaksakan maju dan tidak punya kompetensi, kapastias, kapabilitas dan akseptabilitas. Saya termasuk di garis pendapat ini, semua orang punya hak tetapi persaingan ketat dan kompetensi harus diutamakan. Mungkin akan diuntungkan secara privillige, sekali lagi publik harus diberitahu soal kemampuan personal,” ujar Khusairi.

Dean termasuk yang dikatakan Khusairi, dilahirkan dari keluarga politik yang tentunya memiliki talenta politik dari sang ayah. Ada misi baru, meneruskan perjuangan yang sudah diteroka oleh sang ayah. Harapan itu, tentu saja sangat berat dibandingkan dari yang tidak punya garis geonologis seperti Dean. Dean disiapkan, bukan tiba-tiba. Selamat berjuang, Dean! **

Wiztian Yoetri, Wartawan senior.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top