Tidak Daftarkan Kendaraan 2 Tahun Sejak STNK Mati, Ini Resikonya Sesuai pasal 74 Ayat 2 UU No 22 Tahun 2009

Tim Pembina Samsat Provinsi Sumbar Rakor bersama Dirlantas Polda Sumbar, Bapenda, dan PT Jasa Raharja

Padang, cagak.id Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Barat gelar Rapat Koordinasi bersama Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Kombes Pol. Hilman Wijaya, Bapenda dan PT Jasa Raharja pada Senin 27 Februari 2023.

Rakor yang digelar di Sekretariat Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Barat tersebut digelar dalam rangka persiapan implementasi Pasal 74 Ayat 2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Materi utama rapat adalah perumusan langkah langkah persiapan implementasi regulasi tersebut dengan fokus pembahasan antara lain adalah penyamaan persepsi tentang regulasi tersebut, sasaran dan tujuan pelaksanaan, pembentukan Tim Pelaksana implementasi kebijakan dan perumusan langkah-langkah pelaksanaan.

Kemudian setelah rapat persiapan perdana akan dilanjutkan dengan pertemuan setiap Tim Pokja untuk menyusun tahapan kegiatan secara lebih detail.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat mengatakan regulasi pasal 74 ayat 2 mengamanatkan bahwa kendaraan bermotor yang tidak melakukan registrasi ulang 2 tahun sejak STNK mati dapat dilakukan penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

“Pelaksanaan regulasi ini akan segera dilakukan di wilayah Sumatera Barat yang diawali dengan sosialisasi kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor akan diawali dengan sosialisasi dan pemberitahuan kepada seluruh masyarakat dan pemilik kendaraan bermotor.

“Selain untuk melakukan validasi dan verifikasi data kendaraan bermotor wilayah Sumatera Barat, kegiatan implementasi regulasi ini akan dapat memberikan kepastian hukum kepemilikan kendaraan bermotor,” ujar Komes Pół Helman Wijaya.

Menurutnya kegiatan ini sudah direncanakan cukup lama dan akan segera dilaksanakan sehingga diimbau kepada seluruh masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk segera melakukan registrasi ulang kendaraan bermotor yang sudah tidak melakukan pendaftaraan 2 tahun sejak STNK mati untuk menghindari penghapusan regident.

“Jika sudah dihapus regident ranmor maka kendaraan dimaksud tidak akan dapat di daftarkan lagi,” katanya. (ADE)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top