Siaran Pers BNNP Sumbar, Kombes Pol Sukria Gaos: Secara Nasional Penyalahgunaan Narkoba Meningkat

Siaran Pers BNNP Sumbar, Kombes Pol Sukria Gaos: Secara Nasional Penyalahgunaan Narkoba Meningkat

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat gelar konferensi pers akhir tahun 2022 pada Rabu 28 Desember 2022 di Ruang Rapat Kantor BNNP Sumbar.

Kepala BNNP Sumbar Kombes Pol Sukria Gaos mengatakan secara nasional, selama periode 2019-2021, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dalam setahun meningkat sebesar 0,15% dari 1,80% tahun 2019 menjadi 1,95% pada tahun 2021.

“Kenaikan ini cukup besar jika dilihat dari jumlah absolut penduduk, penyalahgunaan narkoba yang diperkirakan sebesar 3.662.646 orang penduduk usia 15-64 tahun selama setahun terakhir, jumlah ini meningkat sebanyak 243.458 orang dibanding tahun 2019¬† (3.419.188 orang),” katanya.

Sementara itu, dikatakannya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba pernah pakai, meningkal sebesar 0,17% dari 24% C – tahun 2019 menjadi 257%.

“Apabila dilihat nilai absolutnya, pada tahun 2021 diperkirakan sebanyak 4.827.616 penduduk usia 15-64 tahun pernah memakai narkoba, jumlah ini lebih banyak 292.872 orang dibandingkan tahun 2019 (4.534.744 orang),” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan angka prevalensi  tersebut juga mencerminkan terjadinya peningkatan peredaran narkoba di masyarakat yang menyebabkan jumlah pemakai narkoba semakin bertambah hanya dalam kurun waktu dua tahun.

“Data-data di atas menunjukkan bahwa BNN harus sangat serius dalam melaksanakan amanah sebagai lembaga yang diberikan tugas untuk melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),” katanya.

Kombes Pol Sukria Gaos menambahkan meskipun penuh dengan keterbatasan,
BNN Provinsi Sumatera Barat tetap berusaha untuk bekerja secara optimal dalam melaksanakan 4 strategi, antara lain : soft power approach, hard power approach, smart power approach dan cooperation.

“Kejahatan narkotika merupakan kejahatan extraordinary yang menjadi concern seluruh
negara di dunia, karena narkotika dapat merusak satu generasi bangsa dari suatu negara dan saat ini, dunia sedang dilanda pandemi covid-19yang banyak berpengaruh terhadap semua sistem dan sendi kehidupan manusia, bahkan mengakibatkan jutaan manusia meninggal dunia,” ujarnya.

Kemudian dikatakannya Pandemi covid-
19 juga memberikan dampak besar pada munculnya modus baru dari peredaran gelap narkotika di dunia, dimana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan salah satu permasalahan nasional yang dipandang serius dan memprihatinkan oleh pemerintah.

“Tantangan yang dihadapi Indonesia kian berat ditambah lagi dengan kondisi wilayah yang berpotensi menjadi sasaran daya tarik para pengedar narkoba sehingga untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba diperlukan upaya yang terpadu dan komprehensif dari semua pihak,” kata Kepala BNNP Sumbar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top