Ranperda Pengembangan Ekraf Disetujui, Audy Joinaldy: Kita Senantiasa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy dan Ketua DPRD Sumbar Supardi

Padang, cagak.id DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sepakati rancangan peraturan daerah Provinsi Sumatera Barat tentang pengembangan ekonomi kreatif yang dibacakan pada Sidang Paripurna DPRD, Selasa 28 Februari 2023 kemarin.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinady mengatakan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia diharapkan jadi salah satu sektor yang bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan perekomonian dan mewujudkan kesejaterahan masyarakat.

“Dengan adanya Perda ekonomi kreatif, Sumatera Barat dapat semakin meningkatan perlindungan dan pemanfaatan sumber daya alam bagi pelaku ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Ranperda tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah melalui daya saing dan kreatifitas ekonomi kreatif. 

“Ranperda ini juga mendorong warisan daerah dalam meningkatkan pertumbuhan keragaman dan kualitas industri kreatif sebagai potensi ekonomi, serta manjadikannya sarana perestarian budaya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumbar menjelaskan secara umum Perda ini memuat materi-materi pokok yang disusun secara sistematis, di antaranya yaitu kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Daerah, pelaku ekonomi kreatif, pendataan dan sistem informasi ekonomi kreatif, peta jalan pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, kota kreatif, kemitraan, kerja sama, koordinasi dan sinergi, penghargaan, peran serta masyarakat, pembinaan dan pengawasan, dan pendanaan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi mengatakan Sumbar memiliki kekayaan dan keanekaragaman seni dan budaya yang beragam, dimana kekayaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi modal dalam pengembangan ekonomi kreatif jika dikelola secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Optimalisasi pemanfaatan keanekaragaman seni dan budaya melalui sektor ekonomi kreatif ini diharapkan bisa memberi kontribusi yang positif bagi perekonomian daerah,” ujar Supardi.

Sementara itu, Ketua Tim Pembahasan Ranperda Pengembangan Ekonomi Kreatif Daswipetra Dt. Manjinjiang Alam mengatakan terjadi sejumlah perubahan pada Ranperda ini setelah melalui tahapan pembahasan yang telah dilakukan Komisi V bersama OPD terkait dan hasil fasilitasi yang telah dikeluarkan Dirjen Perundang-Undangan Kemendagri.

“Disimpulkan, Ranperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang pada awal penyusunannya terdiri dari 10 Bab 80 Pasal setelah dilakukan pembahasan dan proses fasilitasi yang komprehensif menjadi 12 Bab yang terdiri dari 94 Pasal, serta amanat penyusunan 8 Peraturan Gubernur,” kata Daswipetra. (ADE)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top