Polsek Sungai Pagu Dua Kali Tak Hadir, Sidang SIP Tetap Lanjut

Polsek Sungai Pagu Dua Kali Tak Hadir, Sidang SIP Tetap Lanjut

Padang, cagak.id–Sidang Sengketa Informasi Publik (SIP) antara Yufriadi dan Nurlan Afriani sebagai pemohon dengan badan publik Polsek Sungai Pagu sebagai termohon kembali digelar Komisi Informasi Sumbar, Kamis (12/1/2023).

Seperti sidang sebelumnya, Polsek Sungai Pagu tidak hadir. Artinya, sudah dua kali sidang termohon tidak hasir meski telah dihubungi secara patut.

“Sudah dihubungi secara patut tapi tidak ada respon, pak Majelis Komisioner,” ujar Panitera Pengganti, Kiki, kepada Majelis Komisioner yang diketuai Adrian Tuswandi dengan anggota Nofal Wiska dan Arif Yumardi.

Adrian menegaskan, ketidakhadiran termohon di sidang SIP tidak menghalangi proses penyeleaiaan sengketa informasi publik.

“Berbeda dengan tak hadir pemohon dua kali tanpa alasan yang patut, Majelis Komisioner berdasarkan Perki 1 Tahun 2013 tentang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik bisa menggugurkan sengketa informasi publik,” ujar Adrian.

Majelis Komisioner Informasi dalam sidang SIP itu bersifat proaktif dan berupaya menggali lewat literasi regulasi.

“Sidang pemeriksaan awal ini bisa dilanjutkan karena berdasarkan Peraturan Kapolri, PPID Polsek itu memiliki legal standing menjadi termohon di sidang SIP,” ujar Anggota Majelis Komisioner KISB, Arif Yumardi.

Senada dengan itu, lanjut Arif, Peraturan Kapolri juga tidak mengecualikan soal permohonan informasi yang diajukan pemohon Yufriadi dan Nurlan Afriani.

Yufriadi menempuh sengketa indormasi publik untuk mendapatkan alasan dari pemberhentian laporannya di Polsek Sungai Pagu terkait dugaan pencemaran nama baik.

“Awalnya beredar informasi tentang saya yang dituduh biang keonaran, buat keributan di kampung di wilayah hukum Polsek Sungai Pagu. Meski sudah dimediasi oleh Walinagari tapi tidak direalisasikan. Akhirnya saya, melapor ke Polsek Sungai Pagu tentang dugaan pencemaran nama baik,” ujar Yufriadi di persidangan.

Tapi setelah proses penyelidikan meminta keterangan saksi dan saksi korban, lalu diketahui laporan Yufriadi dihentikan.

“Saya minta SP2HP keterangan saksi lengkap dan alasan hukum penghentian laporan dugaan pencemaran nama baik saya, tapi tidak dikasih, sehingganya saya sengketa informasikan ke Komisi Informasi Sumbar,” ujar Yufriadi.

Sidang dilanjutkan agenda pembuktian dan setelah memeriksa beberapa bukti disampaikan pemohon, Majelis Komisioner. mengagendakan sidang pembacaan kesimpulan.

“Sidang register 27 ini kita skor untuk sidang berikut dengan agenda pembacaan kesimpulan,” ujar Adrian.

Sedangkan dua sidang sebelumnya tentang agenda membacakan penetapan Majelis Komisioner terkait register gugur dan dicoret dari daftar register panitera KISB.

Ketua Majelis Komisioner KISB Nofal Wiska membaca penetapan majelis komisioner KISB antara pemohon Ryantoni selaku pemohon dengan Walinagari Salo dan Poresta Bukitinggi. (***)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top