Padang Panjang Raih Penghargaan Adipura ke-15 Kali, Wako Fadly Amran: Buah Kerjasama Pemko dan Masyarakat

Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran terima Piala Adipura dari Menteri LHK Siti Nurbaya

Jakarta, cagak.id Kota Padang Panjang kembali raih Piala Adipura untuk ke-15 kalinya sejak tahun 2004 silam dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI pada Melasa 28 februari 2023.

Penghargaan Adipura yang diraih Pemerintah Kota Padang Panjang adalah Adipura untuk kategori Kota Kecil, dimana penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar kepada Wali Kota Fadly Amran Datuak Paduko Malano di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Wako Fadly Amran mengatakan penghargaan tersebut dapat diraih berkat kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat karena memiliki kesadaran untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih.

“Jika tanpa kerja sama dan kesadaran dari masyarakat untuk menciptakan kebersihan, penghargaan ini tidak dapat diraih. Kami apresiasi peran warga Padang Panjang dan kinerja perangkat daerah,” katanya didampingi Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, Sekretaris Dewan Wita Desi Susanti, Kabid PSLB3PP Perkim LH Nofebrianto, dan Kabag Prokopim Benny.

Ia menjelaskan bahwa dengan diraihnya penghargaan Adipura ini maka bisa menjadi motivasi bagi perangkat daerah untuk lebih meningkatkan kinerja dan berinovasi guna menciptakan layanan dan kota yang nyaman bagi warga dan pengunjung.

“Ini adalah bukti bahwa Padang Panjang adalah kota yang memiliki masyarakat yang sadar akan kebersihan lingkungannya. Terima kasih tak lupa saya sampaikan kepada petugas kebersihan yang telah bersusah payah menguras energinya untuk keindahan dan kebersihan,” katanya.

Kemudian Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Padang Panjang, Alvi Sena menambahkan bahwa Piala Adipura diberikan untuk beberapa kategori yaitu Sertifikat Adipura, Plakat Adipura, Piala Adipura dan Adipura Kencana.

“Untuk Padang Panjang kita mendapat penghargaan di level ke-3 yakni Piala Adipura. Belum yang tertinggi, yakni Adipura Kencana. Adipura 2022 ini adalah penghargaan yang ke-15 untuk Kota Padang Panjang,” kata Alvi kepada Kominfo saat dihubungi via WhatsApp.

Alvi menjelaskan Adipura termasuk salah satu instrumen pemerintah dalam mendorong penerapan kebijakan lingkungan dengan pendekatan wilayah, penerapan kebijakan persampahan penghijauan dan Adipura merupakan penghargaan bergengsi yang ditunggu-tunggu pemerintah daerah.

“Adipura adalah sebuah kebanggaan, karena itu kami berharap penghargaan ini bisa mendorong masyarakat semakin mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau bentuk tindakan merusak lainnya,” katanya.

Ia berharap agar ke depan bisa mendapatkan penghargaan tertinggi ini yaitu Adipura Kencana dengan beberapa indikator yang harus dipenuhi seperti pengurangan sampah ke TPA sebesar minimal 26% dan Padang Panjang baru 15%, pemilahan sampah di sumber (rumah tangga) minimal 60% dan adanya pengurangan penggunaan wadah plastik/styrofoam dalam kehidupan sehari hari.

“Insyaa Allah kita akan terus berbenah untuk yang lebih baik lagi ke depan sehingga dapat melahirkan berbagai inovasi untuk pengolahan sampah, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, sehingga penghargaan Adipura Kencana ini bisa didapat dan Kota Padang Panjang lebih bersih serta bebas dari sampah,” katanya.

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dalam arahannya mengatakan, pemberian penghargaan Adipura terakhir dilaksanakan pada 2019 dan terhenti karena pandemi Covid-19. Sehingga baru sekarang bisa terselenggara kembali.

“Adipura merupakan sebuah penghargaan bagi kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan,” katanya.

Menurutnya dengan adanya penghargaan ini, Kementerian LHK berharap dapat mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha untuk mewujudkan kota berkelanjutan.

“Sekaligus menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, sosial dan ekologis dalam proses pembangunan serta menerapkan prinsip good governance menuju zero waste dan zero emission,” ujar Siti Nurbaya Bakar. (ADE)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top