Padang Panas “Berdengkang,” Hendri Septa Imbau Masyarakat Agar Meningkatkan Kewaspadaan

Padang Panas "Berdengkang," Hendri Septa Imbau Masyarakat Agar Meningkatkan Kewaspadaan

Padang, cagak.id—Suhu udara di Kota Padang sejak beberapa waktu ini terasa panas yang tidak biasa. Suhu maksimum harian di Kota Padang tercatat mencapai 35 derajat celcius. Menghadapi cuaca panas “berdengkang” ini Wali Kota Padang Hendri Septa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, serta selalu menjaga kesehatan.

“Kami mengimbau warga semua agar selalu menjaga kesehatan, seperti memperbanyak minum air putih agar tidak kekeringan atau dehidrasi,” ucap Hendri Septa, Selasa (16/5/2023).

Dikatakan Hendri Septa, cuaca ekstrem yang cukup panas ini tidak hanya terjadi di Kota Padang saja. Namun juga di beberapa kota di Indonesia lainnya. Panas ekstrem ini dapat dirasakan meski masih pagi hingga pada malam hari.

“Kemudian, kami meminta agar masyarakat berhati-hati dalam meninggalkan rumah. Perhatikan penghubung listrik yang ada,” tambahnya.

Menimbang kondisi cuaca dan perhatian masyarakat terhadap arus listrik, tentunya dapat meminimalisir daripada bahaya yang akan timbul.

“Terkhusus bagi masyarakat kita yang tinggal di permukiman padat. Perhatikanlah dengan baik aplikasi-aplikasi listriknya yang terdapat di loteng yang cepat mengantar panas. Hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya hal yang tidak kita inginkan seperti kebakaran,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr Dessy M Siddik juga mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan yang berpotensi terkena paparan sinar matahari secara langsung. Menurutnya, keadaan cuaca panas di Kota Padang seperti ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

“Cuaca panas ekstrem seperti ini dapat menimbulkan masalah kesehatan. Baiknya masyarakat mengurangi dulu kegiatan di luar rumah. Penting sekali untuk minum air putih yang banyak,” sebutnya.

Disebutkannya masalah kesehatan yang paling ditakutkan adalah serangan panas ekstrem atau heatstroke. Secara tidak langsung, ketika cuaca panas akan ada banyak debu. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada orang yang punya alergi dan memicunya menjadi kambuh.

“Kalangan yang paling berisiko kambuhnya alergi ketika panas ekstrem adalah lansia dan anak-anak berusia di bawah lima tahun. Adapun alergi debu yang dimaksud yaitu bisa berupa asma, batuk,” katanya.

Ia menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengenakan masker sebagai alat pelindung saat keluar rumah. Dalam kondisi cuaca panas, sebutnya, akan lebih baik jika masyarakat mengkonsumsi vitamin yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Masyarakat harus meningkatkan imun tubuh selain dengan vitamin, bisa perbanyak mengonsumsi buah dan sayur. Tapi memang kalau untuk cuaca ekstrem, langkah paling baik adalah menghindarinya. Jangan sampai terpapar panas terlalu lama, kemudian kalau memang terpaksa ya lebih baik pakai pelindung. Jadi lebih baik jika kita hindari saja,” tuturnya lagi.

Selain itu, ancaman lain yang dapat menyerang kesehatan saat cuaca panas adalah paparan sinar matahari. Ia juga menyarankan masyarakat agar menghindari paparan langsung matahari, karena dapat mengakibatkan penyakit kulit jangka panjang.

Sebagai antisipasi, ia juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan tabir surya (sunscreen) yang ekstra. Ini akan membantu melindungi kulit meski terpapar langsung sinar matahari.

“Jika tidak ada kegiatan mendesak dan penting, lebih baik tidak keluar rumah. Kalau pun memang ada hal yang mendesak, cobalah untuk memakai alat pelindung saat keluar rumah, dan perbanyak minum air putih,” pesannya. (cgk)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top