Indeks Budaya Kerja ASN Pemko Padang Tertinggi di Sumbar

Indeks Budaya Kerja ASN Pemko Padang Tertinggi di Sumbar

Padang, cagak.id—Indeks Budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang tertinggi dari Pemprov Sumbar dan Pemko lainnya. Pemko Padang meraih predikat Sehat atau Kategori A dalam budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Predikat tersebut berdasarkan Hasil Survei Indeks BerAKHLAK yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam 4 bulan terakhir.

Dari hasil survei BerAKHLAK tersebut, Pemko Padang meraih skor atau indeks 81,1 persen, berada pada kategori A atau Sehat. Selain Kota Padang, Payakumbuh juga berpredikat Sehat atau kategori A dengan indeks 79,9 persen. Sementara itu, Kota Padang Panjang meraih predikat Cukup Sehat atau kategori B dengan indeks 70,0 persen, diikuti Kota Sawahlunto yang juga meraih predikat Cukup Sehat atau kategori B dengan indeks 69,8 persen. Sedangkan Pemprov Sumbar, berada pada kategori B atau Cukup Sehat dengan indeks 64,7 persen.

Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengucapkan terima kasih kepada para ASN Pemko Padang yang bekerja dengan budaya kerja yang sangat baik. Hal ini, katanya, harus dipertahankan dengan mengoptimalisasi Satgas Budaya Kerja di setiap OPD.

“Setiap ASN harus mampu melihatkan budaya kerja yang bertanggungjawab dan professional, serta mendulang prestasi dengan sebaik-baiknya. Kita harus memperhatikan soliditas, meningkatkan loyalitas dan totalitas bekerja di OPD masing-masing. Terlebih lagi merespon harapan dan keinginan masyarakat Kota Padang secara cepat, tepat dan baik. Kita harus menjadi pelayan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree Algamar, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Padang agar memberikan layanan dengan sopan dan murah senyum saat bertugas. Menurutnya, ASN harus menyadari posisinya sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara.

“Saya minta kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Padang terutama dinas-dinas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, harus melayani masyarakat dengan sopan dan senyum. Hilangkan muka-muka cemberut dan bersikap tidak ramah itu,” katanya, saat apel awal tahun, Senin (1/1) lalu.

Survei Indeks BerAKHLAK

Selama empat bulan Survei Indeks BerAKHLAK dilakukan di seluruh wilayah Indonesia oleh Kemenpan RB. Dari 621 instansi pemerintah yang disurvei, hanya 442 instansi yang memenuhi responden. Hasil survei menunjukkan rata-rata indeks implementasi core values BerAKHLAK di 442 instansi pemerintah yang memenuhi syarat minimum responden adalah 60,9 persen atau di kategori B yaitu Cukup Sehat.

“Hasil ini menunjukkan pegawai sudah bisa dinyatakan telah mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK dalam perilaku kerja sehari-sehari dengan baik,” ujar Asisten Deputi Penguatan Budaya Kerja SDM Aparatur Kementerian PANRB Damayani Tyastianti dalam Webinar Sosialisasi Hasil Survei Indeks BerAKHLAK Tahun 2022, secara virtual, Jumat (6/1/2023) lalu.

Pengukuran budaya kerja ini terbagi dalam tiga survei. Pertama adalah Indeks BerAKHLAK yang target respondennya adalah seluruh ASN di setiap instansi pemerintah. Tujuannya adalah mengetahui tingkat kesehatan budaya organisasi mengenai implementasi core values BerAKHLAK, keselarasan antara nilai pribadi dan organisasi serta aspirasi ASN terhadap kondisi budaya yang ideal.

Kedua, yakni Survei Employee Engagement yang betujuan mengetahui tingkat keterikatan ASN sehingga meningkatkan komitmen dan mempertahankan talenta terbaik. Sedangkan ketiga adalah, Survei Employer Branding, yang dilakukan untuk melihat perspektif diluar ASN. Target untuk survei ketiga ini adalah non-ASN yang besar kemungkinannya untuk bisa menduduki jabatan ASN. Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui tingkat ketertarikan masyarakat untuk bergabung menjadi ASN sehingga dari sisi rekrutmen, instansi pemerintah dapat memperoleh talenta yang diharapkan sesuai dengan target organisasi (targeted talent).

Diuraikan, hasil survei menunjukkan masing-masing nilai dalam BerAKHLAK memiliki skor persentase yang berbeda. Berorientasi Pelayanan mendapat nilai sebesar 57,9 persen (Cukup Sehat), Akuntabel 74,1 persen (Cukup Sehat), Kompeten 56,7 persen (Cukup Sehat), Harmonis 63,8 persen (Cukup Sehat), Loyal 65,8 Persen (Cukup Sehat), Adaptif 38,9 persen (Tidak Sehat), serta Kolaboratif 69,4 persen (Cukup Sehat).

Damayani menjelaskan nilai Akuntabel mendapatkan nilai tertinggi dari keseluruhan implementasi nilai BerAKHLAK. Di dalam turunan nilai/perilaku Akuntabel, perilaku Bertanggung Jawab mendapatkan votes terbanyak. Sementara dalam nilai Adaptif yang mendapat nilai implementasi terendah, Siap Menghadapi Perubahan menjadi turunan perilaku yang mendapatkan votes paling sedikit.

“Jika dilihat secara keseluruhan, budaya yang sudah kuat adalah Akuntabel yaitu Bertanggung Jawab. Dan hal yang masih perlu dioptimalkan atau belum terasa jelas di dalam budaya ASN adalah Adaptif khususnya dalam perilaku Kesiapan dalam Menghadapi Perubahan,” imbuhnya.

Meskipun hasil tersebut merupakan analisis atas keseluruhan 442 instansi pemerintah, tiap instansi dapat menunjukkan nilai implementasi yang berbeda-beda sesuai dengan situasi di masing-masing budaya kerja. Jika sudah mendapatkan laporan hasil survei, masing-masing instansi bisa fokus pada nilai-nilai yang perlu dioptimalkan atau diperbaiki ke depannya.

Pada kesempatan tersebut, Damayani menuturkan tujuh tahapan penguatan Budaya Kerja ASN BerAKHLAK yang disusun oleh Kementerian PANRB. Tahapan tersebut antara lain internalisasi; penyelarasan sistem; pengukuran baseline; penyusunan dan implementasi agenda perubahan; pemantauan dan evaluasi; penghargaan dan apresiasi; serta penguatan secara berkelanjutan. (CGK)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top