Gempa Dahsyat di Turki dan Suriah, Korban Sementara Lebih 500 Orang

Gempa Dahsyat di Turki dan Suriah, Korban Sementara Lebih 500 Orang

Diyarbakir/Ankara, cagak.id—Gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,8 menghantam Turki bagian tengah dan barat laut Suriah pada Senin (6/2/2023). US Geological Survey mengatakan gempa terjadi pada pukul 04:17 waktu setempat (01:17 GMT) di kedalaman 17,9 km (11 mil) di dekat kota Gaziantep. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 500 orang dan melukai ratusan orang tertimpa bangunan yang runtuh.

Gempa yang terjadi pada pagi hari yang gelap di musim dingin ini juga dirasakan di Siprus dan Lebanon.

“Kami terguncang seperti buaian. Ada sembilan orang di rumah kami. Dua anak laki-laki saya masih berada di reruntuhan, saya sedang menunggu mereka,” kata seorang wanita yang lengannya patah dan wajahnya terluka, ketika berbicara di dalam ambulans dekat reruntuhan bangunan berlantai tujuh tempat tinggalnya di Diyarbakir.

“Saya tidak pernah merasakan hal seperti ini selama 40 tahun saya hidup,” kata Erdem, seorang penduduk kota Gaziantep, Turki, yang berada dekat pusat gempa, yang tidak mau menyebutkan nama belakangnya.

“Kami diguncang setidaknya tiga kali dengan sangat kuat,” imbuhnya.

Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, mengatakan, 284 orang tewas dan 2.323 orang terluka. Pihak berwenang mengerahkan tim penyelamat dan pesawat bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak gempa, serta mengumumkan “alarm level 4” untuk meminta bantuan internasional.

Lembaga penyiaran pemerintah Turki, RTR, menunjukkan, petugas penyelamat di provinsi Osmaniye menggunakan selimut membawa seorang pria terluka keluar dari sebuah gedung empat lantai yang runtuh dan memasukkannya ke dalam ambulans. Ia adalah korban kelima yang ditarik dari reruntuhan.

Tayangan di stasiun televisi CNNTurk menunjukkan Kastil Gaziantep yang bersejarah rusak parah. Presiden Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon dengan para gubernur dari delapan provinsi yang terkena dampak untuk mengumpulkan informasi mengenai situasi dan upaya penyelamatan.

Reruntuhan akibat gempa dan perang saudara

Di Suriah, yang telah hancur akibat perang saudara selama lebih dari 11 tahun, seorang pejabat kesehatan pemerintah mengatakan lebih dari 237 orang tewas dan sekitar 600 orang terluka. Sebagian besar di provinsi Hama, Aleppo, dan Latakia, di mana banyak bangunan runtuh.

Di wilayah barat laut Suriah yang dikuasai pemberontak, sebuah layanan penyelamatan mengatakan puluhan orang tewas.

Rekaman dari kota perbatasan Suriah, Azaz, daerah yang dikuasai oleh pasukan oposisi, menunjukkan seorang petugas penyelamat menggendong seorang balita dari sebuah bangunan yang rusak.

“Situasinya sangat tragis, puluhan bangunan telah runtuh di kota Salqin,” kata seorang anggota organisasi penyelamat White Helmets dalam sebuah video di Twitter, mengacu pada kota lain yang berjarak sekitar 5 km (3 mil) dari perbatasan Turki.

Rumah-rumah hancur total, kata petugas penyelamat dalam video tersebut, sambil menunjukkan sebuah jalan yang penuh dengan reruntuhan.

Presiden Bashar al-Assad mengadakan rapat kabinet darurat untuk meninjau kerusakan dan mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya. Televisi pemerintah Suriah menayangkan cuplikan tim penyelamat yang sedang mencari korban di tengah hujan lebat dan hujan es. Para pejabat kesehatan mendesak masyarakat untuk membantu membawa para korban luka-luka ke ruang gawat darurat.

“Korban luka-luka masih terus berdatangan secara bergelombang,” ujar direktur kesehatan Aleppo, Ziad Hage Taha, kepada Reuters melalui sambungan telepon.

Keuskupan Agung Ortodoks Yunani di Aleppo mengunggah foto-foto balok-balok batu yang jatuh ke lantai mezanin.

Di pedesaan terdekat, tim penyelamat membawa seorang bayi yang berlumuran darah dan meratap keluar dari sebuah bangunan yang runtuh, sementara di kota Azaz, sebuah derek membongkar lempengan-lempengan beton ketika tim penyelamat membawa mayat yang terbungkus kain.

“Orang-orang di Damaskus, kota-kota lain di Lebanon, Beirut dan Tripoli, berlarian ke jalan dan naik ke mobil mereka untuk menjauh dari bangunan,” kata para saksi mata.

Tawaran Bantuan dari Amerika Serikat

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, melalui akun Twitter-nya, mengatakan Amerika Serikat sangat prihatin dengan gempa bumi di Turki dan Suriah, mereka memantau kejadian tersebut dengan seksama.

“Saya telah menghubungi para pejabat Turki untuk menyampaikan bahwa kami siap memberikan bantuan apa saja yang dibutuhkan,” katanya.

Terparah sejak 1999

Survei Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan M 7,8 terjadi pada kedalaman 17,9 km. Dilaporkan terjadi serangkaian gempa bumi, salah satunya berkekuatan 6,7 SR. Wilayah ini berada di antara garis patahan seismik.

Ini adalah gempa paling parah di Turki sejak tahun 1999, ketika gempa berkekuatan serupa menghancurkan Izmit dan wilayah Laut Marmara timur yang padat penduduknya di dekat Istanbul. Gempa tahun 1999 itu menewaskan lebih dari 17.000 orang. Pada tahun 2011, gempa bumi di kota timur Van menewaskan lebih dari 500 orang.

Menurut seorang saksi mata, getaran gempa berlangsung sekitar satu menit dan memecahkan jendela-jendela di Diyarbakir, 350 km (218 mil) ke arah timur. Di mana seorang pejabat keamanan mengatakan sedikitnya 17 bangunan runtuh.

Pihak berwenang mengatakan 16 bangunan runtuh di Sanliurfa dan 34 di Osmaniye. Stasiun televisi TRT dan Haberturk menayangkan rekaman orang-orang yang memilah-milah reruntuhan bangunan, memindahkan tandu, dan mencari korban selamat di kota Kahramanmaras yang masih gelap.

“Tugas utama kami adalah melakukan pencarian dan penyelamatan. Untuk melakukan itu semua tim kami dalam keadaan siaga,” ujar Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu kepada para wartawan.

Getaran gempa juga terasa di ibukota Turki, Ankara, 460 km (286 mil) barat laut dari pusat gempa, dan di Siprus, di mana polisi melaporkan tidak ada kerusakan.

“Gempa bumi terjadi di wilayah yang kami takutkan. Ada kerusakan serius yang meluas,” kata Kerem Kinik, kepala badan bantuan Bulan Sabit Merah Turki, kepada Haberturk, yang mengeluarkan seruan untuk donasi darah. (CGK/Reuters)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top