Festival Pesona Kacang Barandang Nagari Sawah Tangah Dimeriahkan Pawai Seribu Sanggan

Festival Pesona Kacang Barandang Nagari Sawah Tangah Dimeriahkan Pawai Seribu Sanggan

Tanah Datar, cagak.id–Diawali pawai arak-arakan 1000 sanggan kacang barandang dan prosesi marandang kacang, Festival Pesona Kacang Barandang dimulai. Putaran keempat pelaksanaan program unggulan Satu Nagari Satu Event tersebut di Nagari Sawah Tangah yang dipusatkan di lapangan Bintang Timur.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat nagari Sawah Tangah yang telah berhasil menggelar event pesona kacang barandang sebagai potensi nagari tersebut.

Dikatakan Bupati, nagari Sawah Tangah banyak memiliki kuliner yang spesifik dan khas, diantaranya kacang barandang yang terkenal gurih. Diolah dengan cara dirandang menggunakan alat-alat tradisional.

Selain terkenal dengan kacang barandang, nagari Sawah Tangah juga memiliki kuliner khas yang bernama Nasi Padeh.

“Tadi Saya sudah mencicipi, mirip dengan nasi goreng, karena bahan utamanya nasi. Namun rasanya beda, nasi padeh ini memiliki cita rasa yang kaya akan rempah. Saya berharap pengunjung yang datang juga ikut mencicipi nikmatnya nasi padeh ini,” kata Eka Putra, saat membuka alek nagari tersebut.

Ia berharap melalui pesona kacang barandang ini seluruh potensi yang ada di nagari Sawah Tangah semakin dikenal oleh masyarakat luas sehingga memiliki efek ekonomi bagi masyarakatnya.

Festival Pesona Kacang Barandang Nagari Sawah Tangah Dimeriahkan Pawai Seribu Sanggan

Nagari Sawah Tangah yang terletak di kaki gunung Marapi dengan ketinggian 600 meter diatas permukaan laut memiliki peninggalan budaya alam yang sangat unik.

“Nagari Sawah Tangah ini memiliki keunikan yang serba tujuh, kami memiliki 7 sungai, 7 tapian mandi, 7 bukit dan juga 7 batu yang semuanya selalu kami lestarikan sebagai ikon nagari. Dan tak kalah pentingnya sebagai penopang ekonomi keluarga bagi masyarakatnya, secara turun-temurun sampai hari ini mempunyai kebiasaan marandang kacang yang terkenal dengan kacang barandang sawah tangah. Olahan ini nantinya dipasarkan ke pasar-pasar yang ada di Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya,” ujar Wali Nagari Sawah Tangah, Dedi.

Selain itu, tambahnya, nagari Sawah Tangah juga memiliki potensi alam yang menarik dan indah, masyarakat yang beradab yang digambarkan dalam buku adat salingka nagari Sawah Tangah.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sawah Tangah, kami selalu berusaha untuk memanfaatkan potensi yang ada ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Dedi

Namun demikian, untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian UMKM anak nagari Sawah Tangah sering mengalami permasalahan yakni susahnya mendapatkan kacang mentah untuk diproduksi.

“Disini masyarakat yang menanam kacang sering mengalami gagal panen karena ada penyakit yang namanya pengerat polong yang sampai hari ini belum bisa kami atasi. Kami berharap pemerintah melalui pak Bupati bisa memberikan solusi, karena selama ini kami harus mencari kacang mentah dari berbagai daerah bahkan sampai ke provinsi tetangga sehingga biaya produksi meningkat,” pintanya.

Selain itu, Dedi juga menyampaikan pelaksanaan Satu Nagari Satu Event Pesona Kacang Barandang akan diisi dengan berbagai penampilan kesenian anak nagari seperti randai, perlombaan pengelolaan makanan nasi padeh, baju kurung, baju teluk belango dan yang lainnya. (CGK)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top