Dharmasraya Resmikan Dua Nagari Pelestarian Adat dan Pemajuan Kebudayaan

Dharmasraya Resmikan Dua Nagari Pelestarian Adat dan Pemajuan Kebudayaan

Dharmasraya, cagak.id–Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menetapkan Nagari Siguntur dan Koto Besar sebagai nagari percontohan pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan. Penetapan kedua nagari tersebut karena terdapat warisan budaya benda atau cagar budaya dan warisan budaya tak benda di sana.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan menghadiri sekaligus membuka peluncuran Nagari Pelestarian Adat dan Pemajuan Kebudayaan di Koto Besar. Acara ini dilaksanakan di halaman rumat adat Nagari Koto Besar, Senin (26/12/2022).

Disampaikan Bupati, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sangat berkomitmen dalam pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan. Sebagaimana visi daerah yaitu mewujudkan Dharmasraya Maju yang Mandiri dan Berbudaya. Komitmen ini telah dibuktikan dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2022. Kategori lembaga yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, 9 Desember lalu.

“Kita melakukan berbagai upaya sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah terhadap pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan. Salah satu upaya tersebut kita wujudkan melalui Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pelestarian Adat dan Pemajuan Kebudayaan yang saat ini sudah dibahas oleh DPRD Dharmasraya. Dan memasuki tahap akhir untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah,” ungkap Bupati.

Implementasi dari Ranperda ini salah satunya dituangkan melalui inovasi “naga papeda” yaitu Nagari Pelestarian Adat Pemajuan Kebudayaan. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat untuk melestarikan adat dan memajukan kebudayaan di Dharmasraya.

“Demi terlaksananya kegiatan ini dengan baik, saya mohon dukungan dan peran serta dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat serta perguruan tinggi,” harap Sutan Riska.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan nagari percontohan tersebut, dibentuk tim nagari yang diberi pembinaan dan pelatihan tentang pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan. Tim nagari diharapkan dapat menggali potensi yang ada terkait objek pemajuan kebudayaan sesuai dengan undang-undang nomor 5 tahun 2017. Sehingga bisa menjadi acuan atau contoh bagi semua nagari di Kabupaten Dharmasraya maupun daerah lainnya. (CGK)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top